Pertanyaan yang Sering Diajukan - Tentang Aliansi Wargo Hutomo

Apa itu Aliansi Wargo Hutomo?

Aliansi Wargo Hutomo adalah wadah kolaborasi yang menghimpun berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), komunitas, aktivis, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Banjarnegara.

Aliansi ini dibentuk dengan semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi, sebagai ruang untuk menyatukan ide, gagasan, serta langkah nyata dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat kehidupan demokrasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Aliansi Wargo Hutomo meyakini bahwa setiap organisasi memiliki potensi, pengalaman, dan kontribusi yang berharga. Oleh karena itu, organisasi ini hadir untuk membangun sinergi, mempererat komunikasi, serta memperkuat kerja sama antar organisasi demi mewujudkan Banjarnegara yang lebih maju, harmonis, dan berdaya saing.

Ke depan, Aliansi Wargo Hutomo memiliki visi untuk memperluas jaringan hingga tingkat nasional, sehingga dapat menjadi wadah kolaborasi lintas organisasi, LSM, komunitas, dan aktivis dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, Aliansi Wargo Hutomo berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara.

A.   Daerah Banjarnegara

01. 455 Tahun Banjarnegara berdiri hingga kini Banjarnegara akan dibangun menjadi kabupaten/kota apa masih belum jelas.

02. Begitu juga dengan identitas dan jati diri Banjarnegara masih abu-abu. Pentingnya untuk menggali dan menemukan kembali identitas dan jati diri Banjarnegara.

03. Tampa sumber dana yang cukup, suatu daerah akan tetap berdiri ditempat/stag dan akan mengalami kesulitan untuk melakukan pembangunan yang sustainable, comprehensive, integral. Karenanya membuka ruang fiscal yang selebar-lebarnya demi sebuah pembangunan daerah adalah sebuah keniscayaan, jika Banjarnegara benar-benar ingin maju dan sejahtera. Tak terkecuali daerah harus mampu meningkatkan PAD dengan cara yang kreatif, inovatif tanpa kehilangan kearifan.

04. Persoalan pendidikan untuk membangun manusia Banjarnegara yang seutuhnya juga masih sangat tidak jelas. Kurikulum Muatan Lokal yang semestinya dapat di harapkan untuk membentuk karakter generasi muda Banjarnegara, ujungnya hanya dipaksa untuk paham apa itu DAWET AYU.

05. Kemiskinan dan Pengangguran yang terus menganga setiap tahun, bukti bahwa pemerintah tidak paham bagaimana problem solving atas dua masalah utama masyarakat saat ini. 

B.   N.A.S.I.O.N.A.L

01. 80 Tahun bangsa ini berdiri, Bangsa dan Negara ini hendak dibangun menjadi Negara apa kedepan juga masih sangat abu-abu alias tidak jelas. Berbeda jauh dengan era kepeminpinan presiden pertama dan kedua yang memiliki arah dan gerak pembangunan yang sangat jelas dan terukur.

02. 28 tahun Reformasi Indonesia, telah melahirkan segudang masalah. Indonesia makin jauh dari karkter dan identitas nusantara. Persoalan korupsi semakin akut yang membuat nurani masyarakat tersayat pedih dan perih. Begitupun dengan persoalan hukum yang terlalu tumpul keatas dan tajam kebawah.

03. Indonesia bukan hanya kaya akan sumber daya alam saja, tapi Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang luar biasa, yang mampu bersaing dengan SDM luar negeri atau Negara lain. Tetapi SDM anak-anak bangsa belum terwadahi dan terberdayakan secara optimal untuk terlibat membangun Negara dan bangsa. Kreatifitas para generasi muda masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah apalagi para politisi.

04. Definisikan ulang tentang deskripsi Manusia Indonesia yang seutuhnya, agar dapat menjadi guiding kurikulum nasional. Sehingga siapapun menteri pendidikannya, dia tidak akan membuat legacy semaunya sendiri dan mengabaikan esensi pendidikan yang dapat memanusiakan manusia.

05. Anggaran pendidikan nasional sebesar 20% dari APBN adalah anggaran yang bukan main besarnya. Jika rata-rata APBN Negara kita kisaran ; Rp.3.800 Trilyun, maka 20%nya adalah : Rp. 760an Trilyun. Anggaran sebesar ini, anak-anak kita yang baru saja selesai sekolah, keluar dari pintu gerbang sekolah. Mereka dipaksa untuk ikutan kursus di lembaga pendidikan non formal. Kemudia, ketika anak-anak kita sampai di rumahpun, mereka masih di paksa untuk lest private dengan guru tertentu. Lalu apa sebenarnya kerjaan para pendidik di sekolah? Outpun pendidikanpun menghasilkan generasi yang linglung alias tidak paham dengan jati dirinya apalagi jati diri daerah dan bangsanya. Ingat !!! tidak ada satu bangsa dan negarapun didunia ini, yang dapat berhasil bangkit dari Negara miskin dan berkembang kemudian berhasil menjadi Negara maju, melainkan ia membangun pondasi dasar pendidikan yang berkarakter sesuai dengan identitas dan jati diri bangsanya.

06. Kearifan lokal atau local wisdom adalah kebanggaan bangsa kita dalam kancah internasional. Tetapi prosentase kekuatan kurikumum pendidikan muatan lokal masih dibawah 10%. Masyarakat dan generasi bangsa dipaksa untuk melakukan standarisasi SDM international yang entah berantah. Yang outputnya justru para generasi bangsa makin jauh dari identitas SDM indonesia.

07. Sendi ekonomi bangsa terletak pada sektor pertanian dan nelayan. Jika Negara dapat hadir untuk mensejahterakan petani dan nelayan, maka ekonomi bangsa ini daopat bangkit dan berkembang di kemudian hari. Kaum petani tidak butuh subsidi pupuk, mereka butuh subsidi hasil panen. Hasil panen petani ini yang harus di selamatkan agar kaum petani dapat bertahan dan berkembang, ditengah – tengah himpitan ekonomi yang luar biasa pada saat ini. Nelayan butuh subsidi kapal besar untuk menangkap ikan yang dapat melaut minimal 3 hari dengan kapasitas yang optimal. Sehingga selain para nelayan dapat terangkat kehidupannya, Negarapun dapat meningkatkan pendapataan dari kekayaan laut yang luas.

08. Jika daratan Negara kita hanya sepertiga dari luas wilayah lautan, maka penting untuk meningkatkan jumlah Angkatan Laut (TNI – AL) kita baik secara SDM maupun Alutsita (peralatan militer). Sementara kondisi jumlah TNI – AL kita saat ini hanya kisaran 70.000 sedangkan TNI-AD sejumlah ; 300.000 tentara. Angka ini masih jauh dari kebutuhan pertahanan NKRI.

09. Jumlah polisi Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 2026, terbesar ke empat di dunia, setelah, Amerika Serikat, China dan India. Yakni berkisar ; 473.000 polisi. Jika kekuatan internal ini digabungkan dengan TNI-AD dan para pasukan Ormas, LSM dan lain-lain. Maka kekuatan pengamanan internal NKRI sesungguhnya sudah sangat kuat. Lalu apa gunanya meningkatkan terus jumlah personil polisi dan TNI-AD?

C. Karakter Organisasi Aliansi Wargo Hutomo ;

01. Membangun Kesadaran diri bagi tiap-tiap individu, anggota organisasi Aliansi Wargo Hutomo.

02. Membangun Kesadaran Kolektif tentang perikehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

03. Terus-menerus mengumandangkan pentingnya spirit persatuan dan kesatuan dalam membangun daerah maupun Negara, bagi individu maupun elemen mesyarakat.

Aliansi Wargo Hutomo berdiri pada ; Minggu, 26 April 2026. Bertempat di Pendopo Karaharjan, Petambakan, Banjarnegara, Jawa Tengah. Indonesia. Dalam acara ; Rapat Pleno Terbatas, Ketua, Sekretaris dan Bendahara atau yang mewakili organisasi, Ormas, LSM, Aktifis dan Komunitas se-Banjarnegara.

Berawal dari kegiatan halal bi halal, yang di selenggarakan oleh : Komunitas WAG (Forum Rebellious Mind of Banjarnegara + Forum Banjarnegara Berfikir + Forum Demokrasi Banjarnegara) pada ; Minggu 12 April 2026, di Oemah Dawet Ayoe – Petambakan, Madukara, Banjarnegara. Hadir juga kawan-kawan tokoh Ormas, LSM, Aktifis dan Komunitas se-Banjarnegara, yang menyepakati lahirnya wadah bersama ; Aliansi Lintas Ormas, LSM, Aktifis dan Komunitas se-Banjarnegara.

Maka pada hari Minggu, 26 April 2026 – kami mengadakan Rapat Pleno Terbatas, yang di hadiri oleh ; KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) masing-masing organisasi dan beberapa anggotanya. Kami semua sepakat bahwa ; wadah organisasi Lintas Ormas, LSM, Aktifis dan Komunitas se-Banjarnegara ini diberi nama : Aliansi WARGO HUTOMO. Dengan masa bhakti kepengurusan ; 10 Tahun.

Rapat Pleno Terbatas, secara aklamasi menyepakati bahwa ; Ketua Umum Aliansi Wargo Hutomo, dipimpin oleh sudara ; Kurnia Dwi Santoso, SE (Ketua MPC Pemuda Pancasila Banjarnegara) dan Saudara Wahono, S.Pd, sebagai Sekretaris Jenderal Aliansi Wargo Hutomo (Pendiri GWA Rebellious Mind of Banjarnegara + Anggota LINMAS Desa Pekauman), serta Saudara ; Untung Suroso, SE (Pendiri dan Pengurus Expedisi Panca Abadi), sebagai Bendahara Umum Aliansi Wargo Hutomo.

Para pendiri organisasi Aliansi Wargo Hutomo adalah mereka yang hadir pada ; Rapat Pleno Terbatas, Ketua, Sekretaris dan Bendahara atau yang mewakili organisasi, Ormas, LSM, Aktifis dan Komunitas se-Banjarnegara, pada ; Minggu, 26 April 2026. Bertempat di Pendopo Karaharjan, Petambakan, Banjarnegara, Jawa Tengah. Indonesia. Diantaranya :

1) Ketua MPC PEMUDA PANCASILA Kab. Banjarnegara – Kurnia Dwi Santoso, SE
2) Ketua DPD LSM HARIMAU [ Harapan Masyarakat Indonesia Maju ] Kab. Banjarnegara - Prakasha Pamuji Wijaya
3) Wakil Ketua GRIB JAYA [ Gerakan Rakyar Indonesia Bersatu Jaya ] Kab. Banjarnegara - Nurhudi
4) BANSER Kab. Banjarnegara – Med Pete
5) Ketua PROGIB [ Pro Garda Indonesia Bersatu ] Kab. Banjarnegara - Edi Riyanto
6) Ketua GMBI [ Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ] Kab. Banjarnegara - Slamet Wahyudi
7) Ketua DPD KNPI [ Komite Nasional Pemuda Indonesia ] Kab. Banjarnegara - Muhammad Nur Fahmi, S.Ip
8) Ketua GNPKRI [ Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia ] Kab. Banjarnegara - Arief Ferdianto
9) Ketua PKP [ Pencegahan Korupsi dan Pungki ] Kab. Banjarnegara - Peltu. Purn. Pujiono
10) Ketua LSM KEMBANG EMAS - Sri listiyaningsih
11) Pendiri Yayasan Griya Sehat Yatim Dhuafa - Sutinah
12) Ketua Yayasan Kita Peduli Banjarnegara - Musngadi
13) Pengurus Yayasan TLASIH 87 - KRT Singo Pujono
14) Pengurus Komunitas GUSDURIAN - Budi Raharjo
15) Ketua Lintas Iman - seBanjarnegara - KRT. Resi Yeppy Teguh P
16)   Pengurus PSHT [ Persaudaraan Setia Hati Terate ] Kab. Banjarnegara - Imam Budi Yanto
17) Pengurus Forum Banjarnegara Berfikir - Setyo Bangun Suharto
18) Pengurus Lembaga GANESHA NUSANTARA - Ken Radjasa
19) Pengurus Paguyuban BAMBU AJI Kab. Banjarnegara - Sahadi
20) Ketua PAKASA [ Paguyuban Kawula Keraton Surakarta Hadiningrat ] Cabang Kab. Banjarnegara - KRAT. Eko B. Tirtonagoro
21) Ketua FOKER 1.6 Kab. Banjarnegara - Nur Jatmiko Prabowo
22) Pengurus United of MEDIA PERS Banjarnegara - Christian Joharianto
23) Pengurus PERISAI SI Kab. Banjarnegara - Samsono
24) Pendiri & Bupati Forum Rebellious Mind of Banjarnegara – Wahono, S.Pd
25) Ketua ALLCOMBara Community Banjarnegara - Doni Adam Pramudita
26) Ketua Yayasan Carang Seket Nusantara - Suratno, S.Pd, S.Psi
27) Ketua GERAKAN RAKYAT Kab. Banjarnegara - Drs. Imam Purwadi
28) Ketua + Pengurus DPD IPDA [ Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia ] Kab. Banjarnegara – Jalu & Dhani
29) Ketua KOKAM Kab. Banjarnegara - Khabibullah
30) Pendiri & Ketua SENDAWA Wanayasa Banjarnegara – Nono

Nama Wargo Hutomo dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan tokoh penting dalam perjalanan Banjarnegara.Dalam catatan sejarah, Wargo Hutomo dikenal sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai Bupati Banjarnegara. Beliau dikenal memiliki kemampuan dalam tata pemerintahan, memahami bidang arsitektur, serta memiliki kedekatan spiritual dengan Kanjeng Sinuhun Panembahan Senopati. Dalam salah satu catatan sejarah, beliau dipercaya untuk membantu pembangunan dermaga di wilayah Tegal pada masa kejayaan Panembahan Senopati.

Lebih dari sekadar nama tokoh sejarah, Wargo Hutomo juga mengandung makna filosofis yang menjadi inspirasi bagi seluruh anggota aliansi."Wargo" berarti warga atau masyarakat, sedangkan "Hutomo" bermakna utama atau mulia. Dengan demikian, Wargo Hutomo dapat dimaknai sebagai "warga yang utama"—yaitu masyarakat yang tidak hanya berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga memiliki kesadaran moral, sosial, dan spiritual dalam menjalani kehidupan.

Warga yang utama adalah mereka yang tetap bekerja keras mencari rezeki, namun tidak melupakan Sang Pemberi Rezeki. Mereka yang tidak sibuk memperdebatkan siapa yang paling benar atau paling salah, melainkan berusaha mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa kehidupan untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana.Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian dari kearifan lokal atau local wisdom Nusantara yang ingin terus dijaga dan diwariskan.

a. Menjadi wadah lintas elemen dan lapisan masyarakat di daerah Kab. Banjarnegara
b. Membangun sprit persatuan kesatuan, demi kemajuan Daerah, Bangsa dan Negara
c. Menjaga Iklim kondusifitas pembangunan Daerah dan menjaga pilar Demokrasi Bangsa.
d. Bersedia dan dan siap menjadi lembaga think-thank pemerintah dalam menentukan kebijakan public.

Visi Aliansi Wargo Hutomo :

Mewujudkan Pembangunan Daerah Yang Kondusif dan Membangun Iklim Demokrasi Yang Dinamis

Misi Aliansi Wargo Hutomo :

1) Mewujudkan toleransi berorganisasi dengan cara saling memahami dan mengerti karakter masing-masing Ormas, LSM dan Gerakan Aktifis se-Banjarnegara.
2) Menjalin Hubungan yang harmonis sesama Ormas, LSM dan Gerakan Aktifis se-Banjarengara.
3) Menjalin Hubungan yang Harmonis dan Dinamis antara Ormas, LSM dan Gerakan Aktifis se-Banjarengara dengan Pemda, Dewan, TNI, Polri dan Kejaksaan serta dengan organisasi lain dan para Komunitas.
4) Mendorong terwujudnya Banjarnegara yang Maju dan Sejahtera.
5) Mendorong percepatan pembangunan menuju Indonesia Emas.

a. Jangka Pendek [ 0 – 1 tahun ]

1) Apel Besar Pasukan dan Deklarasi Aliansi Wargo Hutomo – Output ; Branding Aliansi Wargo Hutomo – Aliansi Wargo Hutomo secara singkat dapat di kenal oleh masyarakat Banjarnegara, propinsi maupun nasional. – Done!
2) Aliansi Wargo Hutomo akan memprioritaskan percepatan pembangunan dan keberadaan Sekretariat Aliansi Wargo Hutomo. Sekretariat tersebut diharapkan menjadi pusat komando organisasi, pusat koordinasi anggota, ruang komunikasi, sekaligus tempat bersinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat, baik di Kabupaten Banjarnegara maupun di berbagai daerah di Indonesia.
3) Festifal Kesenian Rakyat – EMBEG Banjarnegara – Output : Deklarasi – EMBEG sebagai Kesenian Rakyat Banjarnegara
4) Legal Standing Aliansi Wargo Hutomo – Output : Peijinan organisasi Aliansi Wargo Hutomo terbentuk dan terdaftar di KEMENKUMHAM seta di Kesbangpol Kab. Banjarnegara

b. Jangka Menengah [ 0 – 5 tahun ]

1) Audiensi dengan Pemda dan Dewan, terkait ; Program Rumah Singgah bagi ODJG – Output ; Terwujudnya bangunan rumah singgah ODGJ di Kab. Banjarengara.
2) Audiensi dengan Pemda dan Dewan, terkait ; Program Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran Terbuka di Banjarnegara – Output ; Terciptanya Kawasan Industri di Kab. Banjarengara yang mampu menyerap tenaga kerja banyak dan produk kerajinan masyarakat.
3) Seminar dan Sarasehan tentang ; Identitas dan Jati Diri Banjarengara – Output : Identitas Kesenian Rakyat banjarengara – Budaya Asli Banjarengara – Produk Khas Banjarengara dan Icon Resmi Banjarnegara – ketemu dan di perdakan.
4) Seminar dan Sarasehan tentang ; Strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan Strategi membuka celah Ruang Fiskal Kab. Banjarengara – Output ; PAD naik dan APBD meningkat.
5) Seminar dan Sarasehan tentang ; Menentukan Arah dan Gerak Pembangunan Dearah Kab. Banjarnegara [ Banjarengara kedepan akan di bangun sebagai kota apa? harus jelas dan terarah ] – Output : Visi Besar Kabupaten Banjarnegara untuk 10 tahun hingga 50 tahun kedepan.

c. Jangka Panjang [ 0 – 10 tahun ]

1) Membangun Gedung Sekretariat Bersama Lintas Ormas, LSM, Aktifis dan Komunitas se-Banjarnegara [ Banjarnegara Youth Creative Center ]
2) Membangun Kawasan Wisata berbasis ; Budaya, Sejarah, Alam, Pertanian dan Olahraga [ The Temple Inspiration of Nusantara Architect ]

Adapun Struktur Pengurus Aliansi Wargo Hutomo - Masa Bhakti 2026 - 2036

Klik di sini

Legal standing Aliansi Wargo Hutomo akan kita progress setelah kita memiliki seketariat tetap. Namun demikian, secara keseluruhan anggota Aliansi Wargo Hutomo, 90% telah resmi berbadan hukum. 

1. Keberagaman adalah anugrah dan menjaga toleransi keberagaman adalah sebuah keniscayaan.
2. Bersedia menurunkan egosentris, demi cita-cita yang besar dan mulia yakni bersatu untuk negeri dan ibu pertiwi.
3. Bersedia untuk bergotong royong dengan semua elemen demi perceptan pembangunan menuju Indonesia bangkit.

a.    Hak Anggota Aliansi Wargo Hutomo

1) Setiap Ketua Organisasi dari anggota Aliansi Wargo Hutomo, secara otomatis menjadi Wakil Ketua Umum Aliansi Wargo Hutomo.
2) Menjadi Pengurus bidang lain sesuai dengan Struktur organisasi Aliansi Wargo Hutomo.
3) Menyuarakan Ide dan Gagasannya tentang nilai-nilai perjuangan Aliansi Wargo Hutomo, dalam Rapat Kerja yang akan di tuangkan dalam Program Kerja Aliansi Wargo Hutomo.

b.    Kewajiban Anggota Aliansi Wargo Hutomo

1) Menjadi duta besar organisasinya dan wajib mendukung dan menjelaskan visi, misi serta program kerja Aliansi Wargo Hutomo kepada segenap pengurus lain dan juga anggota organisasinya.
2) Menjalankan Job Description dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggungjawab, sesuai dengan jabatan yang di emban-nya.
3) Mendukung sepenuh hati dan segenap jiwa raga, demi kesuksesan program-program Aliansi Wargo Hutomo.

Syarat Menjadi Anggota Aliansi Wargo Hutomo

Seluruh elemen masyarakat yang telah terkoordinir dengan baik, memiliki struktur kepengurusan yang jelas dan memiliki program kerja yang jelas dan data anggota yang jelas.

Prosedur Pendaftaran Anggota Aliansi Wargo Hutomo

1) Mengisi Formulir Pendaftaran di website resmi Aliansi Wargo Hutomo, Klik Disini
2) Mengirimkan profile organisasinya dalam bentuk softcopy dan hardcopy kepada : Kepala Kesekretarian Aliansi Wargo Hutomo
3) Mengirimkan LOGO organisasinya dalam bentuk softcopy, dalam format ; JPG, PNG ataupun PDF.
4) Mengirim Bendera organisasinya dengan ukuran ; 100 X 150 Cm
5) Membayar Iuran kas sebesar Rp. 500.000,- untuk mendapatkan KTA Anggota Aliansi Wargo Hutomo.

Jl. Madukara - Pakelen, No. 57, Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah. 53482
Phone            : 0823-2861-1012
Email              : mail@aliansiwargohutomo.com

a. Aspirasi dapat di sampaikan melalui Formulir aspirasi di website resmi Aliansi Wargo Hutomo ; www.aliansiwargohutomo.com
b. Aspirasi juga bisa dalam bentuk tulisan resmi yang dapat di layangkan ke alamat kantor secretariat Aliansi Wargo Hutomo
c. Aspirasi juga bisa secara lisan dengan cara sambaing silaturahmi dengan pengurus Aliansi Wargo Hutomo

Cara mendukung kegiatan Aliansi Wargo Hutomo sebagai mitra ataupun relawan adalah ; bersedia dengan segenap jiwa raga untuk hadir utuh, memberikan sumbangsihnya baik berupa gagasan, tenaga (soft skill / hard skill), waktu maupun material demi kelancaran dan kesuksesan program Aliansi Wargo Hutomo.

Banjarnegara, 10 Juli 2026
Penulis : Wahono, S.Pd – Sekjend & IT Aliansi Wargo Hutomo

whonesiasikoji@gmail.com
whonesiasikoji@gmail.com
Articles: 13

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *